Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus
termasuk cerutu atau bahan lainya yang
dihasilkan dari tanamam Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang
mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok adalah salah satu jalan menuju ke
narkotika. Perbedaan rokok dan narkotika jelas, meski keduannya sama-sama
mengakibatkan ketergantungan, namun terjadi perbedaan prinsip. Narkotika selain
mengakibatkan ketergantungan, penggunanya kehilangan akal sehat, sedangkan
rokok merusak kesehatan dan mengakibatkan ketergantungan tidak sampai
menjadikan penggunanya kehilangan akal. Dalam satu batang rokok mengandung 4000
senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik
(bisa menyebabkan kanker).
Ø Bahan-bahan
kimia yang terkandung dalam Rokok antara
lain :
1.
Tar
Tar adalah zat berwarna coklat berisi
berbagai jenis hidrokarbon aromatik polisiklik, amin aromatik dan
N-nitrosamine. Tar yang dihasilkan asap rokok akan menimbulkan iritasi pada
saluran napas, menyebabkan bronkitis, kanker nasofaring dan kanker paru.
2.
Nikotin
Nikotin adalah bahan alkaloid toksik
yang merupakan senyawa amin tersier, bersifat basa lemah dengan pH 8,0. Pada pH
fisiologis, sebanyak 31% nikotin berbentuk bukan ion dan dapat melalui membran
sel. Asap rokok pada umumnya bersifat asam (pH 5,5). Pada pH ini nikotin berada
dalam bentuk ion dan tidak dapat melewati membran secara cepat sehingga di
mukosa pipih hanya terjadi sedikit absorpsi nikotin dari asap rokok. Pada
perokok yang menggunakan pipa, cerutu dan berbagai macam sigaret Eropa, asap
rokok bersifat basa dengan pH 8,5 dan nikotin pada umumnya tidak dalam bentuk
ion dan dapat diabsorpsi dengan baik melalui mulut.
3.
Karbonmonoksida
Karbon monoksida (CO) adalah gas
beracun yang mempunyai afinitas kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah,
ikatan CO dengan haemoglobin akan membuat haemoglobin tidak bisa melepaskan
ikatan CO dan sebagai akibatnya fungsi haemoglobin sebagai pengangkut oksigen
berkurang, sehingga membentuk karboksi hemoglobin mencapai tingkat tertentu
akan dapat menyebabkan kematian.
4.
Timah hitam
Timah hitam (Pb) yang dihasilkan oleh
sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis
dihisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya
timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan,
bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa
banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh.
Ø Kategori
Merokok :
1.
Perokok
Pasif
Perokok pasif adalah asap rokok yang
dihirup oleh seseorang yang tidak merokok(pasif smoker).
2.
Perokok
aktif
Perokok aktif adalah orang yang
merokok .
Dari
perokok aktif ini dapat digolongkan menjadi tiga bagian:
a.
Perokok
ringan
Perokok ringan yaitu perokok yang
merokok kurang dari sepuluh batang per hari.
b.
Perokok
sedang
Perokok sedang adalah orang yang
menghisap rokok sepuluh sampai dua puluh batang perhari.
c.
Perokok
berat
Perokok berat adalah orang yang
merokok lebih dari duapuluh batang perhari.
Ø Dibawah ini
beberapa penyakit akibat rokok :
a.
Kanker Paru-paru
Diketahui
sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap
rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru
menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1
dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker
paru.
b.
Kanker Payudara
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan
kanker payudara. Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia
20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena
kanker payudara.
c.
Kanker Mulut
Tembakau
adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar
mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang
yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
d.
Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40
persen perokok. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam
rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.
e.
Kanker Serviks
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker
serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih
rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual
f.
Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru,
tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker
gastrointestinal (pencernaan).
g.
Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke
paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan
rokok.
h.
Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang
mengandung nikotin dan tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama
dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar
menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah.
Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA
dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu
kanker.
i.
Kanker Kerongkongan
Asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus
sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker
esofagus telah dikaitkan dengan merokok
j.
Serangan Jantung
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung
bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida
mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah
lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi,
maka bisa menyebabkan serangan jantung.
k.
Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun,
maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal
ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri
sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang
sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah
merusak daerah lain di tubuh.
l.
Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Sebagian
besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika
memiliki penyakit lain seperti diabetes mellitus.
m.
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi
sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK
disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak
napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis
(batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
n.
Gangguan
Medis Lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan
oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan,
memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami
degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi
lebih sering sakit-sakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan
sariawan di usus serta merusak penampilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar